Senin, 02-03-2026
  • SMAN 2 Kupang Tengah, Sekolah yang membentuk murid berkarakter Pancasila.

Perkembangan Model Atom

Diterbitkan : - Kategori : Merdeka Belajar / Merdeka Mengajar

Saat duduk di bangku kelas 10 SMA tentu akan mendapatkan materi mengenai teori atom, seperti pengertian, jenis, dan aspek lain yang berhubungan dengan teori dan model atom tersebut. Memahami juga perkembangan teori atom di Dunia ini.

 

 

Khususnya bagi kamu yang saat memasuki jenjang perkuliahan jurusan kimia menemukan mata kuliah dengan materi atom di dalamnya. Jadi, tidak semua anak kuliah bisa mengulang kembali materi ini. Sedangkan untuk kamu yang kemudian memutuskan menjadi dosen atau guru, maka ada kemungkinan mencari materi mengenai atom.

Yakni untuk dijadikan sebagai referensi dalam menyiapkan materi atau bahan ajar. Sebab menyusun bahan ajar tidak cukup hanya mengandalkan daya ingat. Melainkan juga harus diperkuat dengan sumber-sumber yang relevan dan berkualitas. Sebab bisa jadi ilmu atau materi mengenai teori atom sudah berkembang.

Sehingga penjelasan mengenai teori ini sudah berbeda dengan penjelasan ketika masih sekolah dulu. Jadi, dosen dan guru pun perlu mencari referensi terbaru agar relevan. Mahasiswa dan siswa yang diberi materi fisika maupun kimia ini kemudian bisa mendapatkan materi yang “segar”. Jadi, apa itu teori mengenai atom? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Supaya lebih paham mengenai perkembangan dari  teori atom atau konsep definisi dari atom tersebut. Maka perlu mengenal perkembangannya seperti apa, dan kemudian akan dijumpai beberapa teori mulai dari awal teori tentang atom dicetuskan sampai teori modern. Berikut adalah penjelasannya:

Teori Atom Dalton

Teori yang pertama mengenai atom dikemukakan oleh John Dalton pada tahun 1803. Teori ini kemudian diyakini sebagai teori yang benar dan berlaku hingga tahun 1805. Dalton kemudian dikenal sebagai ilmuwan pertama yang mengemukakan mengenai teori atom dan kemudian sosoknya dikenal dunia hingga sekarang.

Dalton memiliki hipotesis mengenai model atau tampilan fisik atom yang berupa bola pejal. Mirip dengan bola yang digunakan dalam olahraga tolak peluru. Dalton juga menyampaikan bahwa teori bentuk fisik atom ini didasarkan pada beberapa hal, yaitu:

  • Semua benda yang ada di dunia terbuat dari atom yang saling terikat atau terhubung satu sama lain.
  • Atom-atom yang menyusun suatu benda kemudian tidak dapat dipecah atau dibagi lagi menjadi partikel lebih kecil.
  • Atom-atom juga tidak dapat diciptakan maupun dihancurkan.
  • Atom-atom dari unsur tertentu adalah identik satu sama lain, sehingga membuat satu unsur berbeda dengan unsur lainnya.
  • Perubahan atau reaksi kimia merupakan suatu proses penggabungan maupun pemisahan dari atom-atom yang tidak dapat dibagi atau dipisahkan lagi.

Teori atom yang dikemukakan oleh Dalton kemudian memiliki kelemahan, yakni tidak dapat menjelaskan kenapa atom bisa menghantarkan arus listrik padahal memiliki bentuk bola pejal. Kelemahan inilah yang kemudian mendorong ilmuwan dan fisikawan lain untuk mencari celah dan menyempurnakan teorinya.

Fakta yang menunjukan kelemahan teori yang dikemukakan oleh Dalton ini adalah bisa menghantarkan arus listrik. Padahal jika Dalton menyatakan atom seperti bola pejal, maka bagaimana atom bisa menghantarkan arus listrik padahal? Sebab bola pejal tentu tidak akan bergerak dan bergesekan.

Teori yang dikemukakan oleh Dalton ini kemudian bisa dipatahkan oleh ilmuwan lain, yang bisa menjelaskan hal tersebut. Apalagi Dalton disebutkan dari beberapa sumber belum sempat meneliti partikel yang bisa menghantarkan arus listrik.

Namun, teori yang disampaikan berhasil dianut sampai ratusan tahun dan menjadi cikal bakal perkembangan teori yang berkaitan dengan atom.

Teori Atom Rutherford

Teori berikutnya kemudian dilakukan oleh Rutherford yang pada masanya melakukan suatu percobaan yang sangat terkenal, dan bahkan masih terkenal sampai sekarang. Percobaan tersebut dilakukan bersama dengan dua muridnya yakni  Hans Geiger dan  juga Marsden.

 

Teori atom model Rutherford

Rutherford yang memiliki nama lengkap Ernest Rutherford melakukan percobaan penembakan sinar alpha ke permukaan sebuah logam. Logam yang digunakan adalah lempengan emas tipis. Sinar alfa dijadikan percobaan karena memiliki kemampuan menembus kertas yang tipis.

Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan teori atom yang dikemukakan oleh Thomson bahwa atom adalah bola pejal atau tidak. Sehingga saat sinar alfa ditembak ke permukaan lempengan emas tipis ini apakah akan berbelok atau justru menembus lempengan emas tersebut.

Melalui percobaan sinar alfa yang kemudian dikenal sebagai percobaan Geiger Marsden tersebut diketahui partikel sinar alfa ada yang menembus dan ada yang berbelok. Melalui hasil penelitian tersebut kemudian bisa ditarik beberapa kesimpulan:

  • Atom pada dasarnya bukanlah bola pejal, sebab hampir seluruh sinar alfa yang ditembak ke permukaan benda tipis akan diteruskan.
  • Jika lempengan emas tipis di dalam percobaan dianggap sebagai satu lapisan atom. Maka di dalam lapisan emas tersebut terdapat partikel dengan muatan positif.
  • Partikel bermuatan positif tersebut yang kemudian diketahui menyusun inti atom. Sebab ada 1 dari 20.000 partikel sinar alfa yang membelok, dan dari angka tersebut diketahui perbandingan ukuran antara inti atom dengan partikel yang mengitarinya. yakni sekitar 10.000 kali lebih kecil

 

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan